Close Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Tulis Berita
  • Terkini

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Konferda Perdana GPM DKI Jakarta Siap Digelar Juli 2026, DPP Targetkan Jadi Percontohan Nasional

FAKSI Keadilan Desak Kejaksaan Percepat Pengusutan Kasus Proyek Mangkrak Jalan Elak

Lawang Pitu Satukan Musisi Rock Legendaris dalam Perayaan Meriah di Bandar Jakarta Bekasi

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Tulis Berita
  • Terkini
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
MHK News
Subscribe Now
HOT TOPICS
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Tulis Berita
  • Terkini
MHK News
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Tulis Berita
  • Terkini
You are at:Home»Terkini»Kabar Hangat: Forum Kepakaran Indonesia Gelar Diskusi Publik Bertema Kerangka Mewujudkan Kesejahteraan dan Keberlanjutan di Bidang Perikanan Menuju Indonesia Emas 2045 (Cek Faktanya)
Terkini

Kabar Hangat: Forum Kepakaran Indonesia Gelar Diskusi Publik Bertema Kerangka Mewujudkan Kesejahteraan dan Keberlanjutan di Bidang Perikanan Menuju Indonesia Emas 2045 (Cek Faktanya)

penulisBy penulis19 Juni 2026 5:49 AM004 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Bekasi, 17/06/2026 – Forum Kepakaran Indonesia (FKI) kembali menggelar diskusi publik bertajuk “Kerangka Mewujudkan Kesejahteraan dan Keberlanjutan di Bidang Perikanan Menuju Indonesia Emas 2045” di Studio AsMEN Discussion Forum (ADF), Jalan Puncak Cikunir, Kota Bekasi, Rabu (17/6/2026).

Diskusi menghadirkan Ketua Bidang Riset dan Inovasi FKI Prof. Dr. Agus Heri Purnomo, Ph.D., Ketua Umum FKI Dr. Risman Pasaribu, serta anggota Dewan Pakar FKI Prof. Dr. Edy Yuwono, M.Sc. yang mengikuti kegiatan secara daring melalui Zoom Meeting.

Sejumlah tokoh dari berbagai kalangan turut hadir, di antaranya wartawan senior Dr. Robin Ch. Simanullang, Ketua Umum AsMEN Nurkholis, CPLA, penulis buku Hojot Marluga, Dr. Sastra Suganda, akademisi, dan jurnalis dari berbagai media.

Diskusi yang dipandu Ridho sebagai moderator berlangsung interaktif dengan berbagai pertukaran gagasan mengenai tantangan dan peluang pembangunan sektor perikanan nasional.

Dalam pengantarnya, Ridho menegaskan bahwa sektor perikanan merupakan salah satu pilar penting pembangunan nasional. Sebagai negara maritim, Indonesia memiliki sumber daya kelautan dan perikanan yang sangat besar, baik dari sektor perikanan tangkap maupun budidaya.

Meski demikian, potensi tersebut masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kesejahteraan nelayan yang belum merata, dampak perubahan iklim, degradasi lingkungan pesisir, hingga tuntutan menjaga keberlanjutan sumber daya perikanan bagi generasi mendatang.

“Kolaborasi pemerintah, akademisi, dunia usaha, media, dan masyarakat menjadi kunci untuk menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan,” ujarnya.

Dalam paparannya, Prof. Agus Heripurnomo menjelaskan bahwa Indonesia memiliki banyak inovasi dan teknologi di bidang kelautan dan perikanan yang berpotensi menghasilkan produk bernilai tinggi untuk industri pangan, farmasi, kosmetik, hingga kesehatan.

Namun, menurutnya, pemanfaatan hasil riset tersebut masih jauh dari optimal karena adanya kesenjangan antara dunia penelitian, industri, dan kebijakan pemerintah.

“Banyak inovasi yang berhenti di laboratorium dan belum berkembang menjadi produk yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat maupun dunia usaha,” kata Prof. Agus.

Ia mengungkapkan sejumlah potensi besar yang dapat menjadi sumber pendapatan nasional, antara lain rumput laut, garam, dan bioteknologi kelautan.

Menurutnya, Indonesia merupakan produsen rumput laut terbesar di dunia, namun belum mampu memaksimalkan nilai ekonominya akibat berbagai hambatan perdagangan dan penguasaan teknologi.

Hal serupa terjadi pada industri garam nasional yang masih menghadapi kendala teknologi produksi dan faktor geografis. Karena itu, penerapan teknologi modern dinilai penting untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas garam dalam negeri.

Di bidang bioteknologi, Prof. Agus menilai Indonesia tidak kekurangan inovasi, tetapi masih lemah dalam aspek komersialisasi.

“Indonesia tidak kekurangan inovasi, tetapi masih miskin komersialisasi. Banyak teknologi yang sudah tersedia, namun belum mampu menjangkau pasar secara luas,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pola perdagangan nasional yang masih didominasi ekspor bahan mentah. Menurutnya, Indonesia harus bertransformasi dari negara pengekspor komoditas menjadi negara yang mampu menghasilkan produk olahan bernilai tambah tinggi.

Sementara itu, Ketua Umum FKI Dr. Risman Pasaribu menekankan pentingnya pembenahan regulasi tata ruang kawasan pesisir, sungai, dan laut guna mendukung pembangunan sektor perikanan yang berkelanjutan.

“Kita perlu mengubah paradigma tata ruang. Kawasan pesisir laut maupun sungai harus ditata dengan baik sehingga mampu menjadi bagian dari pembangunan ekonomi masyarakat,” ujar Risman.

Ia juga menyoroti pentingnya penguatan pengawasan wilayah laut dan pesisir yang dinilai masih lemah sehingga berdampak pada pemanfaatan sumber daya laut yang belum optimal.

“Kita memiliki sumber daya yang melimpah, tetapi harus didukung regulasi yang kuat, pengawasan yang efektif, serta pemanfaatan teknologi yang tepat agar keunggulan itu benar-benar memberikan manfaat bagi rakyat,” katanya.

Pada sesi berikutnya, Prof. Dr. Edy Yuwono yang bergabung secara daring menekankan bahwa Indonesia sesungguhnya tidak kekurangan sumber daya alam maupun teknologi untuk memajukan sektor perikanan dan kelautan.

“Laut Indonesia sangat luas, sumber daya ikannya melimpah, dan keanekaragaman hayati lautnya sangat kaya. Teknologi juga semakin berkembang. Yang masih menjadi tantangan adalah kualitas sumber daya manusia yang belum sepenuhnya siap,” ujar Prof. Edy.

Menurutnya, pemerintah perlu melakukan reformasi pendidikan yang lebih berorientasi pada kebutuhan industri kelautan dan perikanan, termasuk memperkuat pendidikan vokasi di wilayah pesisir.

Ia mendorong peningkatan jumlah sekolah kejuruan yang fokus pada bidang perikanan, perkapalan, dan kelautan guna mencetak tenaga kerja yang terampil dan siap bersaing.

Diskusi publik tersebut menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis, di antaranya penguatan riset dan inovasi, hilirisasi produk perikanan, pembenahan regulasi, peningkatan kualitas SDM, serta penguatan kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan sumber daya perikanan menuju Indonesia Emas 2045.

Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticleJelang HUT ke-499, Ketum AsMEN Gaungkan Gagasan Indonesia Bebas Hutang
Next Article Husni Solihin: Selamat Ulang tahun Kompol Wuryanti Sosok Polisi Humanis dan Responsif terhadap Aduan Warga
penulis

Related Posts

Lewat Lomba Tarian hingga Stand Up Comedy, Lestari Bhineka Tunggal Ika Jaga Toleransi Jakarta

20 Juni 2026 9:18 AM

Kabar Hangat: Menjelang HUT DKI Jakarta ke-499, Ketum AsMEN Cetuskan Gagasan Indonesia Bebas Utang (Cek Faktanya)

18 Juni 2026 8:01 PM

AsMEN – FKI Gelar Diskusi Publik, Soroti Penguatan Sektor Perikanan

18 Juni 2026 1:44 PM
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Top Posts

70 Siswa Lulus 100 persen SDN Jatibening Baru IV Gelar Perpisahan Sederhana penuh Kebersamaan

15 Juni 2026 2:49 PM91 Views

Dadan Hindayana Resmi Ditahan Kejagung Terkait Dugaan Korupsi MBG

3 Juni 2026 6:25 PM52 Views

AsMEN – FKI Gelar Diskusi Publik, Soroti Penguatan Sektor Perikanan

18 Juni 2026 1:44 PM44 Views
© 2026 mhknews. Designed by mhknews.
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Tulis Berita
  • Terkini

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.