Jakarta, MHKNews – 28 April 2026 — Asosiasi Panti dan Rumah Asuh Indonesia menggelar Rapat Kerja (Raker) Tahun 2026 yang diikuti oleh perwakilan anggota dari seluruh wilayah Jabodetabek. Kegiatan ini berlangsung di Anamalia Menteng, Kwitang, Jakarta Pusat, sebagai langkah strategis dalam memperkuat arah kebijakan organisasi dan meningkatkan kualitas layanan sosial berbasis masyarakat.
Raker 2026 dipimpin langsung oleh Ketua APRI, Drs Umar Sumardinata, serta dihadiri oleh Ketua Dewan Pembina, Rifat. Dalam sambutannya, Ketua APRI menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjawab tantangan sosial yang semakin kompleks, khususnya dalam perlindungan dan pemenuhan hak anak.
“APRI harus hadir sebagai mitra strategis pemerintah dan masyarakat dalam memastikan setiap anak mendapatkan akses pendidikan, perlindungan, dan masa depan yang lebih baik,” ujar Drs Umar Sumardinata.
Dalam forum tersebut, APRI menetapkan sejumlah program prioritas nasional yang akan dijalankan secara bertahap dan terukur, meliputi:
1. Program Pra Sekolah Inklusif
Program ini akan diimplementasikan di rumah singgah, rumah belajar, rumah asuhan anak, serta Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS). APRI juga berperan aktif mendukung program Sekolah Rakyat Kementerian Sosial RI melalui proses pendataan, assessment, pendampingan lapangan, hingga rujukan peserta didik.
2. Rumah Belajar APK (Anak Perlindungan Khusus)
Melalui kerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI (Kemendikdasmen), program ini difokuskan pada penyediaan akses pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan bagi anak-anak dalam kategori perlindungan khusus.
3. Sosialisasi dan Advokasi Kebijakan Publik
APRI akan memperkuat peran advokasi dalam mendukung kebijakan pemerintah, khususnya pada kawasan miskin dan rentan, guna memastikan implementasi program berjalan efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan.
Arahan Dewan Pembina
Ketua Dewan Pembina Rifat dalam arahannya menegaskan bahwa Asosiasi Panti dan Rumah Asuh Indonesia berkomitmen kuat untuk mendukung program-program pemerintah, khususnya dalam bidang pendidikan dan perlindungan anak.
“APRI sangat mendukung program pemerintah, salah satunya Sekolah Rakyat, sebagai upaya nyata dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu,” tegas Rifat.
Ia juga menambahkan bahwa peran APRI akan difokuskan pada dukungan teknis di lapangan, mulai dari pendataan, assessment, pendampingan, hingga proses rujukan, agar implementasi program dapat berjalan optimal dan tepat sasaran.
Selain itu, Dewan Pembina menekankan pentingnya penguatan tata kelola organisasi, transparansi, serta akuntabilitas dalam pelaksanaan program. Sinergi dengan pemerintah dan para pemangku kepentingan dinilai menjadi kunci utama dalam memperluas dampak layanan sosial.
Raker ini diharapkan menjadi momentum konsolidasi nasional bagi seluruh anggota APRI dalam memperkuat komitmen bersama membangun ekosistem pelayanan sosial yang profesional, terintegrasi, dan berdampak luas bagi masyarakat, khususnya anak-anak yatim, dhuafa, dan kelompok rentan.
Tentang APRI
Asosiasi Panti dan Rumah Asuh Indonesia merupakan organisasi yang menaungi lembaga panti, rumah asuh, dan lembaga sosial di Indonesia yang berfokus pada pelayanan, perlindungan, serta pemberdayaan anak dan masyarakat kurang mampu.
