Close Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Tulis Berita
  • Terkini

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Konferda Perdana GPM DKI Jakarta Siap Digelar Juli 2026, DPP Targetkan Jadi Percontohan Nasional

FAKSI Keadilan Desak Kejaksaan Percepat Pengusutan Kasus Proyek Mangkrak Jalan Elak

Lawang Pitu Satukan Musisi Rock Legendaris dalam Perayaan Meriah di Bandar Jakarta Bekasi

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Tulis Berita
  • Terkini
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
MHK News
Subscribe Now
HOT TOPICS
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Tulis Berita
  • Terkini
MHK News
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Tulis Berita
  • Terkini
You are at:Home»Trending»Curiga dan Skeptis Adalah Marwah Dwitunggal Bagi Seorang Jurnalis
Trending

Curiga dan Skeptis Adalah Marwah Dwitunggal Bagi Seorang Jurnalis

redaksiBy redaksi14 Juni 2026 7:52 PM0182 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

MHKNEWS – Bekasi. Jangan kaget dulu ketika membaca judul kalimat pada artikel ini. Dalam dunia jurnalistik, ada dua sikap yang tak pernah lekang oleh waktu, yaitu curiga dan skeptis. Keduanya sering dipahami berbeda, namun sejatinya adalah “dwitunggal”. Dua konsep yang berdiri berdampingan, saling menguatkan, dan menjadi marwah utama seorang jurnalis. Tanpa keduanya, profesi jurnalis kehilangan kompas etik sekaligus kehilangan tajamnya mata pena.

Pernyataan sejumlah pengamat, termasuk Rocky Gerung, yang menegaskan bahwa tugas jurnalis adalah “mencurigai sesuatu”, bukanlah ajakan untuk menuduh. Melainkan ajakan untuk menjaga roh dasar jurnalisme: keraguan yang terukur.

Curiga dalam konteks jurnalistik bukanlah prasangka negatif.
Curiga adalah insting kewaspadaan, dorongan naluriah seorang jurnalis untuk tidak menerima informasi secara polos, terutama ketika menyangkut kepentingan publik.

Ketika jurnalis mendengar klaim, janji, atau pernyataan pejabat, insting pertama yang harus muncul adalah:
“Ada apa di balik ini?”
Itulah alarm profesional yang membedakan jurnalis dari penyampai informasi biasa.

Jika curiga adalah insting, maka skeptis adalah metodenya. Skeptis adalah keraguan metodologis yang mendorong jurnalis memeriksa, menguji, dan memverifikasi setiap informasi sebelum ditulis. Skeptis bekerja melalui beberapa tahap :
– Verifikasi berlapis
– Check and cross-check
– Analisis kontekstual
– Dan pencarian sudut pandang berimbang.

Tanpa sikap skeptis, curiga hanya menjadi prasangka. Tanpa curiga, skeptis menjadi kehilangan arah pertanyaannya. Keduanya menyatu sebagai dwitunggal marwah jurnalis.

Di era banjir informasi dan polarisasi politik, jurnalis mudah terbawa arus narasi pihak yang paling keras bersuara. Di sinilah dwitunggal curiga–skeptis menjadi benteng moral.

Dengan curiga, jurnalis tidak mudah terpengaruh. Dengan skeptis, jurnalis tidak mudah tertipu.

Dwitunggal ini menjaga profesi jurnalis agar tetap pada prinsip :
– Independen dari kekuasaan,
– Kritis terhadap setiap klaim,
– Objektif dalam menilai fakta,
– Dan bertanggung jawab kepada publik.

Ketika seorang narasumber mengatakan bahwa sebuah program pemerintah berhasil meningkatkan kesejahteraan, jurnalis yang menjunjung marwah dwitunggal tidak langsung mempublikasikannya.

Ia akan bertanya:
– Bukti datanya apa?
– Bagaimana kondisi nyata di lapangan?
– Apakah ada pihak yang tidak merasakan hasilnya?
– Apakah klaim itu punya kepentingan politik?

Proses bertanya itulah bentuk nyata dari dwitunggal tersebut bekerja.

Curiga dan skeptis bukan sikap pesimis. Keduanya adalah alat etik sekaligus intelektual yang memastikan jurnalis tetap menjadi benteng kebenaran. Sebuah dwitunggal yang tak boleh dipisahkan.

Selama jurnalis memegang dua sikap itu, maka marwah profesi akan tetap berfikir kritis, tajam, independen, dan selalu berpihak pada kepentingan publik.

Kontributor Kabupaten Bekasi : Imam Setiadi

Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticleAksi Nyata untuk Lingkungan! Mahasiswa Bhayangkara Pasang Lampu Jalan dan Spanduk Larangan Buang Sampah
Next Article Ketua DPRD dan Ketua MUI Kota Bekasi Hadir Langsung di HPN Bekasi Raya 2026, Panitia: Itulah Dukungan Sesungguhnya
redaksi

Related Posts

Lewat Lomba Tarian hingga Stand Up Comedy, Lestari Bhineka Tunggal Ika Jaga Toleransi Jakarta

20 Juni 2026 9:18 AM

Husni Solihin: Selamat Ulang tahun Kompol Wuryanti Sosok Polisi Humanis dan Responsif terhadap Aduan Warga

20 Juni 2026 5:40 AM

Kabar Hangat: Forum Kepakaran Indonesia Gelar Diskusi Publik Bertema Kerangka Mewujudkan Kesejahteraan dan Keberlanjutan di Bidang Perikanan Menuju Indonesia Emas 2045 (Cek Faktanya)

19 Juni 2026 5:49 AM
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Top Posts

70 Siswa Lulus 100 persen SDN Jatibening Baru IV Gelar Perpisahan Sederhana penuh Kebersamaan

15 Juni 2026 2:49 PM91 Views

Dadan Hindayana Resmi Ditahan Kejagung Terkait Dugaan Korupsi MBG

3 Juni 2026 6:25 PM52 Views

AsMEN – FKI Gelar Diskusi Publik, Soroti Penguatan Sektor Perikanan

18 Juni 2026 1:44 PM44 Views
© 2026 mhknews. Designed by mhknews.
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Tulis Berita
  • Terkini

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.