Close Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Tulis Berita
  • Terkini

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Fakta Menarik: Prabowo Beri Penguatan Total BNN Berantas Narkoba: Teknologi hingga Anggaran – Jangan Sampai Terlewat

Fakta Menarik: HUT Ke-25 Kelenteng Fatcukoung Palace Diisi Doa, Pengobatan, dan Berbagi Makanan – Jangan Sampai Terlewat

HAN 2026 Siap Digelar, 1.000 Anak Meriahkan Tema “Garuda di Hati Anak Indonesia”

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Tulis Berita
  • Terkini
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
MHK News
Subscribe Now
HOT TOPICS
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Tulis Berita
  • Terkini
MHK News
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Tulis Berita
  • Terkini
You are at:Home»Featured»Wacana Provinsi Sunda Kembali Mengemuka, Warisan Budaya atau Ancaman Persatuan?
Featured

Wacana Provinsi Sunda Kembali Mengemuka, Warisan Budaya atau Ancaman Persatuan?

redaksiBy redaksi7 Juli 2026 8:28 AM0153 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

MHKNews.id- Jawa Barat. Kembali menguatnya wacana perubahan nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Sunda atau Tatar Sunda memantik diskusi publik. Sebagian masyarakat menyambutnya sebagai upaya mengembalikan identitas sejarah dan budaya Sunda. Sebagian lainnya justru mempertanyakan urgensi gagasan tersebut di tengah berbagai persoalan yang lebih mendesak, mulai dari ekonomi, pendidikan, pelayanan publik, hingga pembangunan infrastruktur.

Sesungguhnya, wacana ini bukan isu baru. Gagasan perubahan nama telah muncul sejak sekitar tahun 2013 melalui berbagai forum akademik dan diskusi kebudayaan. Wacana tersebut kembali mengemuka pada 2015, kemudian memperoleh perhatian lebih luas pada 2020 ketika sejumlah akademisi, budayawan, dan tokoh masyarakat Sunda mengusulkan agar nama Provinsi Jawa Barat diubah menjadi Provinsi Sunda atau Tatar Sunda sebagai bentuk pengakuan terhadap identitas historis masyarakat Sunda. Meski sempat meredup, pada 2026 isu ini kembali menjadi perhatian setelah DPRD Jawa Barat menerima aspirasi tersebut dan sepakat membawa usulan itu ke tahapan legislasi untuk dikaji lebih lanjut.

Namun hingga hari ini, belum ada keputusan resmi yang menetapkan perubahan nama provinsi tersebut. Kelompok yang mengusulkan perubahan nama berpendapat bahwa istilah “Jawa Barat” merupakan warisan pembagian administratif pada masa kolonial. Menurut mereka, secara historis wilayah tersebut lebih dikenal sebagai Tatar Sunda, sehingga penggunaan nama Provinsi Sunda dinilai lebih mencerminkan jati diri masyarakat dan kebudayaan yang telah hidup jauh sebelum Indonesia merdeka.

Pandangan tersebut tentu memiliki dasar historis yang patut dihargai. Bangsa Indonesia dibangun di atas keberagaman budaya. Melestarikan bahasa, adat istiadat, kesenian, dan sejarah lokal merupakan bagian dari menjaga kekayaan nasional yang tidak ternilai. Namun, di sisi lain, perubahan nama provinsi bukan sekadar persoalan budaya. Nama provinsi merupakan identitas administratif yang telah digunakan selama puluhan tahun dalam berbagai aspek pemerintahan, pendidikan, investasi, administrasi kependudukan, hingga hubungan antardaerah.

Lebih jauh lagi, Indonesia berdiri di atas fondasi Pancasila, khususnya sila ketiga, Persatuan Indonesia. Nilai tersebut mengajarkan bahwa keberagaman suku, bahasa, budaya, dan adat merupakan kekayaan bangsa yang harus dipersatukan, bukan dipertentangkan. Masyarakat Jawa Barat hari ini tidak hanya dihuni oleh etnis Sunda. Ada masyarakat Jawa, Betawi, Cirebon, Tionghoa, Batak, Minangkabau, Bugis, Madura, dan berbagai suku lainnya yang telah hidup berdampingan selama puluhan tahun. Karena itu, sebagian kalangan mengkhawatirkan apabila penggunaan nama berbasis identitas etnis justru menimbulkan persepsi eksklusivitas, meskipun hal itu bukan tujuan para pengusul.

Jika dasar perubahan nama adalah identitas etnis atau budaya, maka secara logika publik akan muncul pertanyaan lain. Apakah Provinsi Jawa Tengah suatu saat akan diusulkan menjadi Provinsi Jawa? Apakah provinsi-provinsi lain juga akan mengikuti pola serupa? Pertanyaan-pertanyaan tersebut menunjukkan bahwa persoalan ini memiliki implikasi yang jauh lebih luas daripada sekadar pergantian nama.

Karena itu, yang seharusnya menjadi prioritas adalah memperkuat substansi pembangunan. Pelestarian budaya Sunda dapat terus dilakukan melalui pendidikan, penguatan bahasa daerah, perlindungan situs sejarah, pengembangan kesenian, dan pemberdayaan komunitas budaya tanpa harus terburu-buru mengubah nama provinsi apabila belum menjadi kebutuhan bersama.

Demokrasi memberikan ruang bagi setiap warga negara untuk mengemukakan gagasan. Namun, setiap gagasan juga harus diuji berdasarkan kepentingan yang lebih besar, yaitu kemaslahatan seluruh rakyat Indonesia. Jangan sampai semangat melestarikan identitas budaya justru memunculkan sekat-sekat sosial yang berpotensi melemahkan rasa kebangsaan.

Imam Setiadi

adat Sunda budaya Indonesia Jawa Barat MHKNews.id Sunda
Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticleDrama Menit Akhir! Spanyol Singkirkan Portugal 1-0, Lolos ke Perempat Final Piala Dunia 2026
Next Article Belgia Tampil Perkasa, Hajar Amerika Serikat 4-1 dan Melaju ke Perempat Final Piala Dunia FIFA 2026
redaksi

Related Posts

Husni Solihin: Pelantikan BPD Harus Menjadi Awal Kolaborasi Menuju Desa Bangkit, Maju, dan Sejahtera

23 Juli 2026 4:41 AM

Resmi! Spanyol Raja Baru Dunia, Argentina Gagal Pertahankan Mimpi Juara

20 Juli 2026 6:22 AM

BUMDes Agraprana SumberJaya Hadiri Penguatan Kapasitas Pengurus Bank Sampah Menuju Bisnis Berkelanjutan

18 Juli 2026 2:44 PM
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Top Posts

70 Siswa Lulus 100 persen SDN Jatibening Baru IV Gelar Perpisahan Sederhana penuh Kebersamaan

15 Juni 2026 2:49 PM91 Views

Irang Arkad Boomerang Motivasi 300 Pelajar-Mahasiswa Beji: “Keren Itu Bikin Orang Tua Bangga, Bukan Tawuran”

22 Juni 2026 11:10 AM83 Views

AsMEN Gandeng FKI, Kolaborasi Besar Demi Generasi Penerus yang Berkarakter dan Mandiri

9 Juli 2026 6:15 AM64 Views
© 2026 mhknews. Designed by mhknews.
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Tulis Berita
  • Terkini

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.