KABUPATEN BEKASI — MHKNews.id — 8/10/2026 – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 08 SumberJaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, memperkuat sinergi bersama pemerintah desa, puskesmas, kecamatan, aparat keamanan, sekolah, posyandu, serta tokoh masyarakat dalam mendukung pelayanan gizi yang berkualitas bagi masyarakat.
Hal tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Bersama Stakeholder SPPG 08 SumberJaya yang mengusung tema “Memperkuat Sinergi dan Komitmen Bersama untuk Pelayanan Gizi Berkualitas.”
Kegiatan tersebut dihadiri PJ Kepala Desa SumberJaya Ike Rahmawati, Kepala UPTD Puskesmas SumberJaya H. Rasito, perwakilan Kecamatan Tambun Selatan Nalih Sumarno, Direktur BUMDes Agraprana SumberJaya Husni Solihin, Babinsa, Bimaspol, perwakilan penerima manfaat, PIC sekolah, posyandu, serta tokoh masyarakat setempat.

Dari unsur pengelola SPPG, hadir Syarief Abdul Khaliq Maruapey selaku Ketua Yayasan Wanasari Fitri Berkah dan Kilan Syahid Pragosa, S.E. selaku Ketua SPPG Bekasi Tambun Selatan SumberJaya 8 .
Sertifikasi dan Standar Keamanan Pangan Jadi Perhatian
Dalam koordinasi tersebut disampaikan bahwa kelengkapan sertifikasi menjadi bagian penting dalam memastikan proses penyediaan makanan memenuhi standar keamanan dan kualitas pangan.
SPPG Bekasi Tambun Selatan SumberJaya 8 disebut telah memperoleh sertifikasi HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Points) Sertifikat SLHS ( Sertifikasi Laik Higienis Sanitasi) Sertifikat HACCP Komite Akreditasi Nasional ( KAN ) Sementara proses akreditasi penerapan standar ISO 9001, ISO 45001, dan ISO 22000 juga menjadi bagian dari penguatan sistem manajemen dan keamanan pangan.
Pengelola menegaskan bahwa sistem operasional di dapur berjalan dengan memperhatikan kebersihan, kerapian, serta pengendalian berbagai potensi risiko selama proses produksi makanan.

Dapur ditata secara rapi dan bersih. Pengawasan juga dilakukan terhadap potensi keberadaan serangga, lalat, ulat, dan gangguan lain yang dapat memengaruhi keamanan pangan.
Selain itu, penggunaan air RO (Reverse Osmosis) menjadi salah satu bagian dari pengendalian kualitas air yang digunakan dalam proses operasional.
Bukan Sekadar Produksi, tetapi Pengawasan Berkelanjutan
Pelayanan gizi tidak hanya berkaitan dengan jumlah makanan yang diproduksi dan disalurkan, tetapi juga menyangkut proses pengolahan, kebersihan, keamanan pangan, distribusi hingga makanan diterima oleh penerima manfaat.
Karena itu, sinergi lintas sektor dinilai penting agar setiap tahapan dapat diawasi dan dievaluasi secara berkelanjutan.
Kehadiran unsur pemerintah desa, puskesmas, kecamatan, aparat keamanan, sekolah, posyandu, BUMDes dan masyarakat menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi serta pengawasan bersama.

Sinergi untuk Membangun Kepercayaan Masyarakat
Direktur BUMDes Agraprana SumberJaya Husni Solihin yang hadir dalam kegiatan tersebut turut mendukung penguatan kolaborasi antara SPPG dengan berbagai unsur masyarakat dan kelembagaan di Desa SumberJaya.
Menurutnya, program pemenuhan gizi membutuhkan keterlibatan banyak pihak sehingga keberhasilan pelayanan tidak hanya menjadi tanggung jawab pengelola SPPG.
Koordinasi juga menjadi ruang untuk menyampaikan aspirasi, menerima masukan dari penerima manfaat, serta memastikan pelayanan berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.
Dengan sistem yang terukur, lingkungan dapur yang bersih dan tertata, pengendalian risiko serta keterlibatan stakeholder, SPPG 08 SumberJaya diharapkan mampu menjaga kualitas pelayanan secara konsisten.red
MHKNews.id — Fakta • Cepat • Terpercaya | Cerdas • Beriman • Berdampak.

1 Komentar
luas biasa bumdes agraprana bisa kolaborasi dengan SPPG 08 , didukung pemdes sumberjaya dan semua elemen masyakarakat bismilah berkah dan bermanfaat