MHKNews, Sumberjaya, 24 April 2026 – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia terus mendorong transformasi layanan kesehatan primer melalui integrasi Posyandu dengan program Bina Keluarga Balita (BKB). Upaya ini diwujudkan melalui kegiatan Forum Group Discussion (FGD) yang dilaksanakan sebagai bagian dari penguatan pelayanan kesehatan masyarakat berbasis desa.

Salah satu implementasi nyata terlihat pada proyek Posyandu Edelweis A yang berlokasi di Perumahan Graha Melasti RW 14, Desa Sumberjaya, Kabupaten Bekasi. Kegiatan ini menjadi bagian dari program nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi ibu dan anak, khususnya balita.
Pemerintah Desa Sumberjaya melalui Kepala Desa, Ike Rahmawati, menyampaikan dukungan penuh terhadap program yang diinisiasi oleh Kementerian Kesehatan RI tersebut.

Ia menegaskan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan pelayanan kesehatan anak di seluruh Posyandu yang ada di Desa Sumberjaya.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan dari pemerintah pusat ini. Integrasi Posyandu dengan BKB memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama bagi tumbuh kembang anak balita,” ujarnya.
Integrasi layanan ini dinilai memiliki sejumlah kelebihan, di antaranya mampu menghemat waktu dan biaya operasional karena layanan dilakukan secara terpadu dalam satu kegiatan. Selain itu, masyarakat juga mendapatkan pelayanan yang lebih komprehensif, tidak hanya kesehatan tetapi juga aspek pengasuhan dan perkembangan anak.
Namun demikian, terdapat tantangan yang perlu menjadi perhatian, yakni kebutuhan penambahan jumlah kader. Hal ini dikarenakan sebagian besar kader BKB saat ini juga merangkap sebagai kader Posyandu, sehingga beban kerja menjadi lebih besar.
Melalui kegiatan FGD ini, diharapkan dapat diperoleh berbagai masukan, evaluasi, serta rekomendasi strategis guna memperkuat integrasi layanan Posyandu dan BKB ke depan.
Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah diharapkan dapat terus bersinergi untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.
Dengan adanya program ini, Desa Sumberjaya diharapkan dapat menjadi contoh bagi wilayah lain dalam mengimplementasikan layanan kesehatan terpadu yang efektif, efisien, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Redaksi MHKNews

