Close Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Tulis Berita
  • Terkini

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

131 TPS Gelar PILKADES SumberJaya, Proses Pemungutan Hingga Rekapitulasi Berjalan Aman Dan Kondusif

Nurwahidin SH. & partners Kunjungi Agraprana Farm, Siap Bangun Kolaborasi Bisnis Dan Hukum

PJ Kades Ike Rahmawati Tinjau TPS Digital, Pastikan Pilkades Sumberjaya Kondusif

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Tulis Berita
  • Terkini
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
MHK News
Subscribe Now
HOT TOPICS
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Tulis Berita
  • Terkini
MHK News
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Tulis Berita
  • Terkini
You are at:Home»Terkini»Genap 26 Tahun, Lembaga Adat Donggo Gencar Jalankan Program UMKM hingga Cegah Narkotika
Terkini

Genap 26 Tahun, Lembaga Adat Donggo Gencar Jalankan Program UMKM hingga Cegah Narkotika

redaksiBy redaksi28 Agustus 2026 5:06 PM023 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

MHKNews.id – Dompu – Lembaga Adat Masyarakat Donggo telah berdiri selama lebih kurang 26 tahun. Organisasi ini lahir dari inisiatif sejumlah tokoh masyarakat Donggo yang secara konsisten memperjuangkan kepentingan etnis Donggo hingga saat ini.

Hal tersebut disampaikan Ketua Lembaga Adat Masyarakat Donggo, Drs. Masran Yasin, saat berbincang santai dengan awak media, Jumat (28/8/2026) pagi.

“Kehadiran lembaga adat ini sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Donggo, tidak hanya di Kabupaten Bima dan Dompu, tetapi juga di Sumbawa dan beberapa wilayah lain di seluruh Indonesia,” ujar Masran.

Menurut Masran, lembaga adat ini dibentuk sebagai jembatan untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat etnis Donggo.

“Lembaga adat ini lahir sebagai jembatan untuk menyelesaikan beberapa persoalan, ketika ada kesulitan menyangkut etnis khusus masyarakat Donggo. Mulai dari masalah hukum, sosial kemasyarakatan, dan lain-lain,” tegasnya.

Sejak awal pembentukannya, para penggagas dan tokoh masyarakat Donggo berkumpul, berdiskusi, dan merumuskan wadah bersama agar eksistensi adat dan budaya Donggo tetap terjaga secara konsisten hingga hari ini.

Masran menjelaskan, sejumlah program telah dan sedang dijalankan oleh lembaga. Di antaranya program bakulan pedagang keliling dan bantuan untuk anak yatim.

Ke depan, lembaga juga menargetkan beberapa program strategis. “Ke depannya ada program pemberdayaan UMKM. Kami juga akan mengadakan seminar tentang bahaya narkotika bagi generasi muda, sehingga pencegahan terhadap kejahatan bisa dilakukan lebih awal,” jelasnya.

Ia menekankan, keberhasilan seluruh program tersebut sangat bergantung pada kerja sama yang baik di semua sektor, baik pemerintah maupun masyarakat.

Lanjut, Masran mengatakan LAMDO

Sebagai organisasi kemasyarakatan berbasis etnis, Lembaga Adat Masyarakat Donggo menetapkan arah dan tujuan yang jelas untuk memperkuat jati diri dan peran masyarakat Donggo di kancah lokal maupun nasional.

Selain itu, Masran mengatakan kehadiran lembaga adat ini untuk

mewujudkan masyarakat etnis Donggo yang bermartabat, berdaya, dan disegani dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Selain itu, Ketua LAMDO pentingnya lembaga adat ini untuk melestarikan nilai-nilai adat, budaya, dan kearifan lokal masyarakat Donggo, memberdayakan ekonomi masyarakat melalui program UMKM dan pelatihan keterampilan, menjadi mitra strategis pemerintah dalam pembangunan sosial, hukum, dan pendidikan, meningkatkan peran generasi muda melalui edukasi dan pencegahan penyalahgunaan narkotika, serta memperkuat solidaritas dan kebersamaan antarperantau masyarakat Donggo di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Masran berharap lembaga adat ini dapat menjadi kepanjangan tangan pemerintah dalam melayani dan memberdayakan masyarakat. Namun, ia menyadari lembaga tidak dapat berdiri sendiri.

“Lembaga adat ini sebagai kepanjangan tangan pemerintah juga tidak bisa berdiri sendiri. Tentu diperlukan kerja sama yang baik dengan pemerintah dan masyarakat,” terangnya.

Diakhir pembicaraan, Ketua LAMDO menambahkan dengan usia pengabdian 26 tahun, Lembaga Adat Masyarakat Donggo berkomitmen terus menjadi rumah bersama bagi seluruh masyarakat Donggo untuk menjaga marwah, menyelesaikan persoalan, dan membangun masa depan yang lebih baik,” pungkas Masran

Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticlePJ Kades Ike Rahmawati Turun Langsung Verifikasi Penerima Bantuan Pangan Dusun 3 Sebanyak 1.300 KPM
Next Article Merdeka Hijrah Hapus Tato, 50 Peserta Ikuti Program Hapus Tato di Tambun Selatan
redaksi

Related Posts

131 TPS Gelar PILKADES SumberJaya, Proses Pemungutan Hingga Rekapitulasi Berjalan Aman Dan Kondusif

20 September 2026 8:36 PM

Nurwahidin SH. & partners Kunjungi Agraprana Farm, Siap Bangun Kolaborasi Bisnis Dan Hukum

20 September 2026 5:51 PM

PJ Kades Ike Rahmawati Tinjau TPS Digital, Pastikan Pilkades Sumberjaya Kondusif

20 September 2026 2:03 PM
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Top Posts

Buka Amplop Hasil Seleksi! Ini 5 Calon Kepala Desa SumberJaya yang Lolos

8 September 2026 9:52 PM251 Views

70 Siswa Lulus 100 persen SDN Jatibening Baru IV Gelar Perpisahan Sederhana penuh Kebersamaan

15 Juni 2026 2:49 PM92 Views

Irang Arkad Boomerang Motivasi 300 Pelajar-Mahasiswa Beji: “Keren Itu Bikin Orang Tua Bangga, Bukan Tawuran”

22 Juni 2026 11:10 AM83 Views
© 2026 mhknews. Designed by mhknews.
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Tulis Berita
  • Terkini

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.