Close Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Tulis Berita
  • Terkini

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Serah Terima Jabatan Kepala Desa Sumberjaya, Ike Rahmawati Serahkan Amanah kepada H. Dulloh Syape’i

Jelang Pergantian Kepemimpinan, Ike Rahmawati Sampaikan Pesan Menyentuh untuk Warga

Kolaborasi DPPKB, Puskesmas dan PKK, Kampung KB Sumberjaya Perkuat Pemberdayaan Keluarga

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Tulis Berita
  • Terkini
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
MHK News
Subscribe Now
HOT TOPICS
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Tulis Berita
  • Terkini
MHK News
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Tulis Berita
  • Terkini
You are at:Home»Terkini»Fakta Menarik: Dari Penyemaian ke Panen, Demplot Organik di Desa Tukadaya jadi Contoh Budidaya Ramah Lingkungan – Jangan Sampai Terlewat
Terkini

Fakta Menarik: Dari Penyemaian ke Panen, Demplot Organik di Desa Tukadaya jadi Contoh Budidaya Ramah Lingkungan – Jangan Sampai Terlewat

penulisBy penulis22 Juli 2026 1:38 PM002 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

JEMBRANA | Gerakan kembali ke pertanian berbasis kearifan lokal mulai menguat di Bali. Petani Subak Berawantangi, Desa Tukadaya, Melaya, Kabupaten Jembrana, resmi memulai demplot padi organik seluas 4 hektare.

Program ini merupakan kolaborasi CV Dibia Kencana Dewata dan PT Talitha Group Komoditas yang diuji adalah padi varietas MR, dengan metode transisi: 50 persen pupuk non-organik dan 50 persen pupuk organik.

Pemilihan Subak Berawantangi bukan tanpa dasar. Subak ini mengelola 129 hektare sawah dengan 149 petani, dan memiliki sistem organisasi yang tertib serta ikatan sosial kuat.

“Ini bukan sekadar demplot. Tujuannya memberikan contoh nyata budidaya padi dari penyemaian hingga panen, sekaligus meningkatkan produktivitas menuju adaptasi pupuk organik,” ujar Kade Sudiana, SE.,S.Pd., M.M.,M.Pd., pemerhati pertanian.

Ia menegaskan, demplot ini diharapkan menjadi model percontohan. “Tidak hanya untuk petani di Bali, tetapi bisa membawa perubahan secara nasional dalam menjaga ketahanan pangan, menekan biaya produksi, serta melestarikan ekosistem sawah yang berkelanjutan,” katanya.

Motto demplot ini menegaskan harapan besar, “Di tengah hamparan sawah dan langit yang terbentang luas, ada harapan yang lebih cerah untuk masa depan para petani Indonesia.”

Peralihan dari pupuk kimia ke organik tidak bisa instan. Kade Sudiana menjelaskan, pengembalian hara tanah ke pH ideal 6-7 membutuhkan waktu hingga 3 tahun.

Meski begitu, ia optimistis dampaknya signifikan bagi ekosistem. Selama ini produktivitas sawah di Subak Berawantangi berada di kisaran 8-9 ton per hektare.

“Dengan pendampingan yang baik dan disiplin penggunaan pupuk organik, targetnya bisa mencapai 10 hingga 13 ton per hektare,” jelas Kade Sudiana.

Klian Subak Berawantangi, Swadia, menyambut baik program ini. Ia mengakui kondisi tanah sawah mereka sudah menurun.

“Tanpa kami sadari, selama ini penggunaan pupuk non-organik terus-menerus membuat tanah kami rusak. Bahkan suara kodok dan belut pun sudah jarang kami temui,” ujarnya.

Karena itu, ia berharap ada pendampingan dari Pemerintah Kabupaten Jembrana, Pemerintah Provinsi Bali, hingga Pemerintah Pusat selama masa transisi.

Langkah ini juga mendukung visi Tri Hita Karana, filosofi hidup masyarakat Bali yang menekankan harmoni antara manusia, alam, air, dan tumbuhan.

Dengan dimulainya demplot 4 hektare ini, diharapkan perluasan pertanian berbasis organik di Jembrana dan Bali secara keseluruhan dapat terus berjalan. Targetnya jelas, sawah yang subur, ekosistem yang pulih, dan petani yang sejahtera. (red)

SubakBerawantangi #PertanianOrganik #PeralihanPupuk #KetahananPangan #TriHitaKarana

Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticleFakta Menarik: Akselerasi Inovasi Teknologi, SUCOFINDO Gelar IMPACT Perkuat Transformasi Layanan TIC Berteknologi Tinggi – Jangan Sampai Terlewat
Next Article Fakta Menarik: PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk siap menyambut HUT ke-80 Kemerdekaan RI dengan “Merdekaria: Ancol Beach Fest & Culture Wave” yang akan berlangsung pada 16–18 Agustus 2025. – Jangan Sampai Terlewat
penulis

Related Posts

Serah Terima Jabatan Kepala Desa Sumberjaya, Ike Rahmawati Serahkan Amanah kepada H. Dulloh Syape’i

4 November 2026 1:20 PM

Jelang Pergantian Kepemimpinan, Ike Rahmawati Sampaikan Pesan Menyentuh untuk Warga

3 November 2026 9:10 AM

Kolaborasi DPPKB, Puskesmas dan PKK, Kampung KB Sumberjaya Perkuat Pemberdayaan Keluarga

2 November 2026 10:56 AM
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Top Posts

Buka Amplop Hasil Seleksi! Ini 5 Calon Kepala Desa SumberJaya yang Lolos

8 September 2026 9:52 PM259 Views

PILKADES SELESAI! TIM DULLOH & FAJAR SALING BERSALAMAN, SUMBERJAYA KEMBALI BERSATU

21 September 2026 7:55 AM232 Views

Pilkades SumberJaya Tuntas ! Panitia Umumkan Hasil, DULLOH SYAFE’I Peraih Suara Terbanyak

21 September 2026 1:50 AM181 Views
© 2026 mhknews. Designed by mhknews.
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Tulis Berita
  • Terkini

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.