MHKNews. Kesehatan – Mengonsumsi sayuran mentah sering dianggap sebagai bagian dari pola hidup sehat. Namun, para ahli mengingatkan bahwa tidak semua jenis sayuran aman dikonsumsi tanpa proses pemasakan.
Menurut laporan Hindustan Times yang mengutip Dr. Shubham Vatsya, ahli gastroenterologi dan hepatologi dari ISIC General Hospital, India, terdapat tiga jenis sayuran yang sebaiknya tidak dikonsumsi dalam kondisi mentah karena berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan. Ketiga sayuran tersebut adalah bayam, kubis, dan terong.
Bayam
Bayam merupakan salah satu sayuran hijau yang kaya nutrisi dan banyak dikonsumsi masyarakat. Namun, Dr. Vatsya mengingatkan bahwa bayam mentah berisiko mengandung bakteri seperti Escherichia coli (E. coli) serta telur parasit yang dapat menempel pada permukaan daunnya.
Selain itu, bayam mentah juga mengandung oksalat, senyawa alami yang dapat meningkatkan risiko pembentukan batu ginjal pada sebagian orang jika dikonsumsi secara berlebihan.
“Bayam mentah dapat menyebabkan gangguan pencernaan, mulai dari sakit perut hingga diare, terutama jika terkontaminasi bakteri atau parasit,” ujar Dr. Vatsya.
Kubis
Kubis mentah sering digunakan sebagai bahan salad dan lalapan. Meski demikian, sayuran ini juga berpotensi menjadi media pembawa telur cacing pita apabila tidak dicuci dan diolah dengan benar.
Menurut Dr. Vatsya, telur cacing pita yang masuk ke dalam tubuh dapat berkembang menjadi larva dan menyebar melalui aliran darah. Dalam kasus tertentu, kondisi ini dapat menyebabkan neurocysticercosis, yaitu infeksi yang menyerang sistem saraf, termasuk otak.
Terong
Terong mengandung solanin, senyawa alami yang berfungsi melindungi tanaman dari hama dan penyakit. Namun, jika dikonsumsi dalam kondisi mentah, solanin dapat memicu gangguan pencernaan seperti mual, kembung, dan ketidaknyamanan pada lambung.
“Proses memasak dapat mengurangi kadar solanin sehingga terong lebih aman dan mudah dicerna,” jelasnya.
Disarankan Dikukus atau Dimasak Hingga Matang
Dr. Vatsya menyarankan agar bayam, kubis, dan terong dikonsumsi setelah dimasak atau dikukus hingga matang. Selain membantu membunuh bakteri dan parasit yang mungkin menempel, proses pemasakan juga membuat nutrisi lebih mudah dicerna dan diserap oleh tubuh.
Ia menegaskan bahwa pengolahan makanan yang tepat merupakan langkah penting untuk mengurangi risiko infeksi sekaligus menjaga kesehatan sistem pencernaan.
Sumber: Thanhnien.vn
