Close Menu
MHK News
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Semangat Hari Kartini, Ibu-Ibu PKK Desa Sumber Jaya Gelar Bakti Sosial

Semangat Hari Kartini: Sosok Kartini Masa Kini, Ike Rahmawati Bawa Perubahan Nyata di Desa

Laga Panas! Dewa United Ditahan Imbang Persib Bandung 2-2 Setelah Sempat Unggul Dua Gol

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
MHK News
Subscribe Now Rabu, April 22
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
HOT TOPICS
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
MHK News
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
You are at:Beranda » Berita » Sumberjaya di Tengah Gelombang Urbanisasi, Ike Rahmawati Hadir Membenahi dengan Nurani
Terkini

Sumberjaya di Tengah Gelombang Urbanisasi, Ike Rahmawati Hadir Membenahi dengan Nurani

redaksiBy redaksiMaret 30, 2026003 Mins Read
Share Facebook Email WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Sumberjaya Dalam Arus Urbanisasi, Ike Rahmawati Menata Dengan Hati

MHK NEWS – Kabupaten Bekasi. Desa Sumberjaya, Kecamatan Tambun Selatan, bukan lagi sekadar wilayah administratif yang identik dengan suasana pedesaan. Dengan luas wilayah sekitar 6,4 kilometer persegi dan jumlah penduduk yang telah menembus lebih dari 100 ribu jiwa, desa ini menjelma menjadi salah satu kawasan terpadat di Kabupaten Bekasi.

Di sana, denyut kehidupan bergerak cepat; jalanan dipenuhi aktivitas, perumahan tumbuh rapat, dan interaksi sosial berlangsung tanpa jeda.

Namun di balik kepadatan itu, Sumberjaya tetaplah ruang hidup bagi ribuan kepala keluarga dengan beragam harapan. Ia bukan sekadar angka statistik, melainkan kumpulan cerita tentang kerja keras, perjuangan, dan harapan akan kehidupan yang lebih baik.

Di tengah dinamika tersebut, berdiri sosok pemimpin perempuan tangguh, Ike Rahmawati, yang mengemban tanggung jawab tidak ringan. Menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan kenyamanan hidup warganya. Memimpin desa dengan jumlah penduduk besar dan karakter semi-perkotaan tentu bukan perkara sederhana. Setiap hari, berbagai persoalan muncul, mulai dari kebutuhan infrastruktur, pelayanan publik, hingga dinamika sosial yang terus berkembang.

Namun, kepemimpinan tidak selalu soal seberapa keras keputusan diambil. Dalam banyak hal, justru dibutuhkan kepekaan, kemampuan untuk mendengar, memahami, dan merasakan apa yang dialami masyarakat. Di titik inilah pendekatan kepemimpinan Ike Rahmawati menemukan maknanya. Ia tidak hanya hadir sebagai pengambil kebijakan, tetapi juga sebagai sosok yang berusaha dekat dengan warganya.

“Kami berusaha hadir, bukan hanya di kantor, tetapi juga di tengah masyarakat. Bahkan dalam kondisi banjir, kami ikut membantu evakuasi warga yang terdampak,” ujarnya saat ditemui MHK NEWS (29/3/2026).

Di tengah struktur sosial yang masih sering didominasi laki-laki, kehadiran perempuan sebagai pemimpin di level desa membawa warna tersendiri. Bukan berarti tanpa tantangan. Justru sebaliknya, ekspektasi sering kali lebih tinggi dan sorotan publik lebih tajam. Namun dari situlah lahir ketangguhan dan kemampuan untuk tetap berdiri, mengambil peran, serta membuktikan kapasitas dirinya sebagai pemimpin.

Kepemimpinan perempuan di Desa Sumberjaya menjadi pengingat bahwa kekuatan tidak selalu ditunjukkan dengan kerasnya suara, tetapi juga melalui keteguhan sikap dan ketulusan dalam melayani.

Di tengah derasnya arus urbanisasi, tantangan terbesar bukan hanya membangun fisik wilayah, tetapi juga menjaga agar kehidupan sosial tetap hangat dan manusiawi. Sumberjaya boleh saja berubah menjadi lebih padat, lebih sibuk, bahkan lebih kompleks. Namun nilai-nilai kebersamaan, kepedulian, dan gotong royong tidak boleh hilang. Di sinilah peran pemimpin menjadi penting, bukan hanya sebagai pengatur kebijakan, tetapi juga penjaga nilai-nilai dan norma kehidupan bermasyarakat.

Desa Sumberjaya hari ini adalah potret perubahan zaman. Ia tumbuh, bergerak, dan menghadapi tantangan yang tidak ringan. Namun di balik itu semua, ada upaya yang terus dilakukan Pemerintah Desa (Pemdes) untuk menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kemanusiaan.

“Pembangunan itu penting, tapi yang lebih penting adalah bagaimana menciptakan masyarakat agar merasa nyaman, aman, dan saling peduli. Jangan hanya maju secara infrastruktur, tetapi kehilangan rasa kebersamaan,” tuturnya.

Melalui kepemimpinan Ike Rahmawati, Sumberjaya tidak hanya ditata secara administratif, tetapi juga dirawat dengan pendekatan hati, agar kehidupan di dalamnya tetap hangat, guyub dan rukun sebagai sesama warga.

 

Imam Setiadi

desa sumber jaya Featured
Share. Facebook Email WhatsApp
Previous ArticleIndonesia Hancurkan Saint Kitts and Nevis 4-0, Melaju ke Final FIFA Series 2026
Next Article Cita Rasa Timur Tengah Berpadu Rempah Nusantara, Disajikan dengan Cinta
redaksi

Related Posts

Semangat Hari Kartini, Ibu-Ibu PKK Desa Sumber Jaya Gelar Bakti Sosial

April 21, 2026

Semangat Hari Kartini: Sosok Kartini Masa Kini, Ike Rahmawati Bawa Perubahan Nyata di Desa

April 21, 2026

Demokrasi Desa Hidup, Musdes Sumberjaya Diwarnai Banyak Usulan dan Diskusi Panjang

April 20, 2026
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

© 2026 mhknews Designed by mhknews.
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.