Close Menu
MHK News
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Semangat Hari Kartini, Ibu-Ibu PKK Desa Sumber Jaya Gelar Bakti Sosial

Semangat Hari Kartini: Sosok Kartini Masa Kini, Ike Rahmawati Bawa Perubahan Nyata di Desa

Laga Panas! Dewa United Ditahan Imbang Persib Bandung 2-2 Setelah Sempat Unggul Dua Gol

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
MHK News
Subscribe Now Rabu, April 22
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
HOT TOPICS
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
MHK News
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
You are at:Beranda » Berita » Banyak Jalan Menuju Sehat dan Puasa Salah Satunya
Health & Fitness

Banyak Jalan Menuju Sehat dan Puasa Salah Satunya

redaksiBy redaksiFebruari 14, 2026003 Mins Read
Share Facebook Email WhatsApp
Oplus_0
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

MHK | Kesehatan – “Banyak jalan menuju Roma” adalah kalimat kiasan yang menggambarkan bahwa ada banyak cara untuk mencapai satu tujuan. Jika dikaitkan dengan urusan kesehatan, maknanya menjadi jelas: ada banyak cara untuk hidup sehat.

Kesehatan terasa mahal ketika penyakit sudah datang. Biaya berobat, rawat inap, hingga pengobatan jangka panjang bisa menguras tabungan. Namun saat tubuh dalam kondisi prima, sehat justru terasa “murah” dan tentunya karena yang dibutuhkan hanyalah konsistensi menjaga pola hidup.

Banyak orang memilih berolahraga rutin, menjaga pola makan dengan memperbanyak konsumsi serat, vitamin, protein, dan mineral. Tidak sedikit pula yang rela mengeluarkan biaya untuk berlangganan gym, membeli alat olahraga seperti treadmill, atau rutin membeli buah dan makanan sehat yang harganya tidak selalu murah. Semua itu tentu baik, namun bukan satu-satunya jalan.

Ada pola hidup sehat yang relatif sederhana, tidak harus pergi ke gym atau mengeluarkan biaya besar untuk makanan mahal. Cara ini bahkan sudah lama dipraktikkan oleh banyak orang, terutama pada bulan-bulan tertentu. Apa itu?

Jawabannya adalah puasa.

Secara umum, puasa adalah menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal tertentu dalam rentang waktu yang telah ditentukan. Namun dari sisi kesehatan, puasa lebih dari sekadar ibadah atau tradisi. Ia juga menjadi bagian dari pola hidup sehat yang kini banyak diteliti secara ilmiah.

Puasa dan Manfaat Kesehatan Menurut Ahli

Beberapa penelitian modern menunjukkan bahwa puasa, termasuk pola intermittent fasting, memiliki berbagai manfaat kesehatan:

Membantu proses perbaikan sel (autofagi)

Ilmuwan Jepang, Yoshinori Ohsumi, yang meraih Nobel Fisiologi atau Kedokteran tahun 2016, menjelaskan mekanisme autofagi yaitu  proses alami tubuh dalam membersihkan sel-sel yang rusak dan mendaur ulang komponennya. Proses ini lebih aktif saat tubuh berada dalam kondisi berpuasa.

Meningkatkan sensitivitas insulin

Menurut penelitian yang dipublikasikan oleh Harvard Medical School, puasa dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin dan membantu mengontrol kadar gula darah, sehingga berpotensi menurunkan risiko diabetes tipe 2.

Membantu menurunkan berat badan dan lemak tubuh

Studi yang dimuat dalam New England Journal of Medicine menyebutkan bahwa pembatasan waktu makan dapat membantu tubuh menggunakan cadangan lemak sebagai sumber energi.

Menyehatkan jantung

Beberapa penelitian yang dirangkum oleh American Heart Association menunjukkan bahwa pola puasa tertentu berkaitan dengan perbaikan tekanan darah, kadar kolesterol, dan penurunan peradangan.

Puasa: Murah, Sederhana, Berdampak Besar

Selain aspek ilmiah, puasa juga melatih disiplin, pengendalian diri, dan keseimbangan pola makan. Saat dilakukan dengan benar dan tetap memperhatikan asupan gizi saat sahur dan berbuka, cukup minum, serta tidak berlebihan saat puasa  dan puasa dapat menjadi sarana “istirahat” bagi sistem pencernaan.

Meski demikian, puasa tidak selalu cocok untuk semua orang. Ibu hamil, penderita penyakit kronis, atau orang dengan kondisi medis tertentu sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan.

Pada akhirnya, benar bahwa banyak jalan menuju hidup sehat. Olahraga rutin, pola makan seimbang, tidur cukup, dan pengelolaan stres tetap menjadi fondasi utama. Namun puasa bisa menjadi salah satu jalan yang sederhana, relatif murah, dan memiliki manfaat besar jika dijalankan dengan bijak dan konsisten.

Karena sehat bukan hanya soal biaya besar, tetapi soal kebiasaan kecil yang dilakukan dengan disiplin setiap hari.

Pewarta: Dudung

Share. Facebook Email WhatsApp
Previous ArticleKetua Yayasan HAM Doakan PJ Kepala Desa Sumber Jaya dan Apresiasi Dukungan Pendidikan
Next Article Diskusi Bedah Buku “100 Tahun Muslim Ahmadiyah dan Indonesia” Soroti Sejarah, Stigma, dan Peran Sosial
redaksi

Related Posts

Makanan Bergizi dari Kacang-Kacangan: Pilihan Camilan Sehat untuk Tubuh

Desember 17, 2024

Tips Memilih Sepatu Marathon yang Sesuai untuk Menunjang Kenyamanan dan Performa

Maret 30, 2024

10 Kesalahan Umum dalam Fitness yang Harus Dihindari untuk Hasil Maksimal

Maret 30, 2024
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

© 2026 mhknews Designed by mhknews.
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.