MHK | Kesehatan – “Banyak jalan menuju Roma” adalah kalimat kiasan yang menggambarkan bahwa ada banyak cara untuk mencapai satu tujuan. Jika dikaitkan dengan urusan kesehatan, maknanya menjadi jelas: ada banyak cara untuk hidup sehat.
Kesehatan terasa mahal ketika penyakit sudah datang. Biaya berobat, rawat inap, hingga pengobatan jangka panjang bisa menguras tabungan. Namun saat tubuh dalam kondisi prima, sehat justru terasa “murah” dan tentunya karena yang dibutuhkan hanyalah konsistensi menjaga pola hidup.
Banyak orang memilih berolahraga rutin, menjaga pola makan dengan memperbanyak konsumsi serat, vitamin, protein, dan mineral. Tidak sedikit pula yang rela mengeluarkan biaya untuk berlangganan gym, membeli alat olahraga seperti treadmill, atau rutin membeli buah dan makanan sehat yang harganya tidak selalu murah. Semua itu tentu baik, namun bukan satu-satunya jalan.
Ada pola hidup sehat yang relatif sederhana, tidak harus pergi ke gym atau mengeluarkan biaya besar untuk makanan mahal. Cara ini bahkan sudah lama dipraktikkan oleh banyak orang, terutama pada bulan-bulan tertentu. Apa itu?
Jawabannya adalah puasa.
Secara umum, puasa adalah menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal tertentu dalam rentang waktu yang telah ditentukan. Namun dari sisi kesehatan, puasa lebih dari sekadar ibadah atau tradisi. Ia juga menjadi bagian dari pola hidup sehat yang kini banyak diteliti secara ilmiah.
Puasa dan Manfaat Kesehatan Menurut Ahli
Beberapa penelitian modern menunjukkan bahwa puasa, termasuk pola intermittent fasting, memiliki berbagai manfaat kesehatan:
Membantu proses perbaikan sel (autofagi)
Ilmuwan Jepang, Yoshinori Ohsumi, yang meraih Nobel Fisiologi atau Kedokteran tahun 2016, menjelaskan mekanisme autofagi yaitu proses alami tubuh dalam membersihkan sel-sel yang rusak dan mendaur ulang komponennya. Proses ini lebih aktif saat tubuh berada dalam kondisi berpuasa.
Meningkatkan sensitivitas insulin
Menurut penelitian yang dipublikasikan oleh Harvard Medical School, puasa dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin dan membantu mengontrol kadar gula darah, sehingga berpotensi menurunkan risiko diabetes tipe 2.
Membantu menurunkan berat badan dan lemak tubuh
Studi yang dimuat dalam New England Journal of Medicine menyebutkan bahwa pembatasan waktu makan dapat membantu tubuh menggunakan cadangan lemak sebagai sumber energi.
Menyehatkan jantung
Beberapa penelitian yang dirangkum oleh American Heart Association menunjukkan bahwa pola puasa tertentu berkaitan dengan perbaikan tekanan darah, kadar kolesterol, dan penurunan peradangan.
Puasa: Murah, Sederhana, Berdampak Besar
Selain aspek ilmiah, puasa juga melatih disiplin, pengendalian diri, dan keseimbangan pola makan. Saat dilakukan dengan benar dan tetap memperhatikan asupan gizi saat sahur dan berbuka, cukup minum, serta tidak berlebihan saat puasa dan puasa dapat menjadi sarana “istirahat” bagi sistem pencernaan.
Meski demikian, puasa tidak selalu cocok untuk semua orang. Ibu hamil, penderita penyakit kronis, atau orang dengan kondisi medis tertentu sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan.
Pada akhirnya, benar bahwa banyak jalan menuju hidup sehat. Olahraga rutin, pola makan seimbang, tidur cukup, dan pengelolaan stres tetap menjadi fondasi utama. Namun puasa bisa menjadi salah satu jalan yang sederhana, relatif murah, dan memiliki manfaat besar jika dijalankan dengan bijak dan konsisten.
Karena sehat bukan hanya soal biaya besar, tetapi soal kebiasaan kecil yang dilakukan dengan disiplin setiap hari.
Pewarta: Dudung
