Close Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Tulis Berita
  • Terkini

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Fakta Menarik: Prabowo Beri Penguatan Total BNN Berantas Narkoba: Teknologi hingga Anggaran – Jangan Sampai Terlewat

Fakta Menarik: HUT Ke-25 Kelenteng Fatcukoung Palace Diisi Doa, Pengobatan, dan Berbagi Makanan – Jangan Sampai Terlewat

HAN 2026 Siap Digelar, 1.000 Anak Meriahkan Tema “Garuda di Hati Anak Indonesia”

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Tulis Berita
  • Terkini
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
MHK News
Subscribe Now
HOT TOPICS
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Tulis Berita
  • Terkini
MHK News
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Tulis Berita
  • Terkini
You are at:Home»Terkini»Fakta Menarik: Bencana Kekeringan: Kenapa Terus Terjadi, Apa Penyebab Utamanya, dan Solusi Nyatanya? – Jangan Sampai Terlewat
Terkini

Fakta Menarik: Bencana Kekeringan: Kenapa Terus Terjadi, Apa Penyebab Utamanya, dan Solusi Nyatanya? – Jangan Sampai Terlewat

penulisBy penulis10 Juli 2026 5:46 PM013 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Oleh : M. Adhie Pamungkas
Pemerhati Lingkungan

Setiap musim kemarau, banyak daerah di Indonesia kembali menghadapi krisis air bersih, gagal panen, hingga meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan. Kondisi ini seolah menjadi pola yang terus berulang dari tahun ke tahun. Karena itu, muncul pertanyaan penting: apakah kekeringan hanya disebabkan oleh faktor alam, atau ada peran manusia di baliknya?

Secara ilmiah, perubahan iklim memang menjadi salah satu penyebab utama. Suhu bumi yang meningkat membuat pola cuaca semakin tidak menentu. Fenomena El Niño juga dapat memperpanjang musim kemarau dan mengurangi curah hujan di banyak wilayah. Namun, kekeringan tidak bisa dijelaskan hanya dari sisi iklim. Aktivitas manusia turut memperparah kondisi tersebut.

Alih fungsi hutan menjadi permukiman, perkebunan, atau kawasan industri membuat kemampuan tanah menyerap air semakin berkurang. Penebangan pohon secara liar menghilangkan penyangga alami yang seharusnya menjaga kelembapan tanah. Selain itu, rusaknya daerah resapan, pencemaran sungai, dan eksploitasi air tanah yang berlebihan menyebabkan air hujan tidak tersimpan dengan baik sebagai cadangan. Akibatnya, saat musim hujan air melimpah dan memicu banjir, tetapi ketika kemarau datang, cadangan air justru habis dan masyarakat mengalami kekeringan.

Dalam perspektif Islam, kerusakan lingkungan juga dipandang sebagai akibat dari ulah manusia. Allah SWT berfirman:

«”Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, agar Allah merasakan kepada mereka sebagian akibat dari perbuatan mereka, supaya mereka kembali (ke jalan yang benar).”
(QS. Surah Ar-Rum 30:41)»

Ayat ini mengingatkan bahwa manusia memiliki tanggung jawab besar sebagai khalifah di bumi. Tugas manusia bukan hanya memanfaatkan alam, tetapi juga menjaganya agar tetap seimbang dan bermanfaat bagi generasi berikutnya.

Lalu, apa solusi nyatanya?

Pertama, memulihkan ekosistem hulu melalui reboisasi, penghijauan, dan perlindungan kawasan resapan air. Hutan yang sehat membantu menyimpan air hujan dan menjaga ketersediaan air tanah.

Kedua, mengembangkan konservasi air seperti embung, sumur resapan, biopori, dan penampungan air hujan agar air tidak langsung terbuang.

Ketiga, mendorong pertanian berkelanjutan dengan teknik irigasi hemat air, pemilihan tanaman yang sesuai iklim, serta pengelolaan lahan yang lebih efisien.

Keempat, membangun kesadaran ekologis masyarakat sejak dini melalui pendidikan, kampanye lingkungan, dan kebiasaan hidup hemat air.

Kelima, memperkuat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, akademisi, dan dunia usaha agar penanganan kekeringan dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan.

Dalam Islam, menjaga lingkungan juga bernilai ibadah. Rasulullah SAW bersabda:

«”Tidaklah seorang Muslim menanam pohon atau menabur benih, lalu dimakan oleh manusia, burung, atau hewan, melainkan menjadi sedekah baginya.”
(HR. Sahih Bukhari)»

Hadis ini menunjukkan bahwa merawat alam bukan sekadar urusan dunia, tetapi juga bagian dari amal kebaikan. Pada akhirnya, kekeringan bukan hanya soal kurangnya hujan, melainkan juga soal bagaimana manusia memperlakukan bumi. Jika lingkungan dijaga dengan baik, maka risiko bencana dapat dikurangi dan kehidupan menjadi lebih aman.

Menjaga air berarti menjaga kehidupan.

Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticleAsMEN Gandeng FKI, Kolaborasi Besar Demi Generasi Penerus yang Berkarakter dan Mandiri
Next Article Fakta Menarik: Mendagri Tegaskan Kesiapan Integrasikan Sistem Data Kemendagri ke Satu Data Indonesia – Jangan Sampai Terlewat
penulis

Related Posts

Fakta Menarik: Prabowo Beri Penguatan Total BNN Berantas Narkoba: Teknologi hingga Anggaran – Jangan Sampai Terlewat

24 Juli 2026 8:46 PM

Fakta Menarik: HUT Ke-25 Kelenteng Fatcukoung Palace Diisi Doa, Pengobatan, dan Berbagi Makanan – Jangan Sampai Terlewat

24 Juli 2026 8:36 PM

Fakta Menarik: Kepala BNN Ungkap Ada Mixed Narkoba Disukai WN Rusia di Bali – Jangan Sampai Terlewat

23 Juli 2026 1:50 PM
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Top Posts

70 Siswa Lulus 100 persen SDN Jatibening Baru IV Gelar Perpisahan Sederhana penuh Kebersamaan

15 Juni 2026 2:49 PM91 Views

Irang Arkad Boomerang Motivasi 300 Pelajar-Mahasiswa Beji: “Keren Itu Bikin Orang Tua Bangga, Bukan Tawuran”

22 Juni 2026 11:10 AM83 Views

AsMEN Gandeng FKI, Kolaborasi Besar Demi Generasi Penerus yang Berkarakter dan Mandiri

9 Juli 2026 6:15 AM64 Views
© 2026 mhknews. Designed by mhknews.
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Tulis Berita
  • Terkini

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.