Close Menu
MHK News
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

“Hebat di Panggung, Busuk di Belakang: Ketika Koruptor Masih Dipuja”

HPN Bekasi Raya 2026 Dapat Dukungan Pemkot, Sinergi Pers–Pemerintah Kian Kuat

Prabowo Pastikan Korban Tertangani, Tabrakan KRL–Argo Bromo Tewaskan 7 Orang

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
MHK News
Subscribe Now Selasa, April 28
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
HOT TOPICS
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
MHK News
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
You are at:Beranda » Berita » “Hebat di Panggung, Busuk di Belakang: Ketika Koruptor Masih Dipuja”
Tak Berkategori

“Hebat di Panggung, Busuk di Belakang: Ketika Koruptor Masih Dipuja”

redaksiBy redaksiApril 28, 2026002 Mins Read
Share Facebook Email WhatsApp
Oplus_131072
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

MHKNews, Opini – Di negeri ini, ironi seolah menjadi tontonan harian. Sosok yang terseret isu korupsi, manipulasi, hingga pengkhianatan terhadap amanah publik, justru tetap berdiri gagah di atas panggung kekuasaan.

 Lebih mengejutkan lagi, mereka bukan hanya bertahan tetapi juga dipuja, didukung, bahkan dielu-elukan.

Pertanyaannya sederhana: apa yang sebenarnya sedang terjadi?

Realitas ini menunjukkan bahwa ukuran “hebat” di mata publik kerap bergeser dari integritas menjadi ilusi. Selama seseorang mampu membangun citra, memainkan narasi, dan menguasai panggung komunikasi, maka kebenaran bisa dikaburkan. Publik disuguhi potongan-potongan kebaikan, sementara borok besar disembunyikan rapat-rapat.

Lebih dari itu, ada fenomena sosial yang mengkhawatirkan: loyalitas tanpa nalar.

Sebagian masyarakat tidak lagi berdiri di atas nilai benar atau salah, melainkan pada kepentingan, kedekatan, atau sekadar ikut arus. Dalam situasi seperti ini, kebenaran tidak lagi dicari, ia dikalahkan oleh popularitas.

Padahal, korupsi bukan sekadar pelanggaran hukum. Ia adalah pengkhianatan terhadap rakyat, terhadap kepercayaan, dan terhadap masa depan.

 Setiap rupiah yang diselewengkan adalah hak publik yang dirampas secara sistematis.

Namun anehnya, pelaku kejahatan ini masih bisa tampil sebagai dermawan, pemimpin bijak, bahkan “penyelamat”. Di sinilah bahaya terbesar: ketika kejahatan tidak lagi terlihat sebagai kejahatan.

Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka yang rusak bukan hanya sistem tetapi juga kesadaran kolektif masyarakat. Kita berisiko menciptakan generasi yang menganggap bahwa sukses tidak harus jujur, bahwa kekuasaan bisa dibeli, dan bahwa citra lebih penting daripada kebenaran.

Maka, publik harus mulai bersikap kritis.

 Jangan mudah terpesona oleh kemasan. Jangan cepat percaya pada panggung. Karena sering kali, yang terlihat bersinar di depan, justru menyimpan gelap di belakang.

Sejarah telah berulang kali membuktikan:

kebohongan mungkin menang sesaat, tetapi kebenaran tidak pernah benar-benar kalah.

Kini pertanyaannya bukan lagi tentang mereka yang berbuat salah.

Tetapi tentang kita, apakah kita masih punya keberanian untuk melihat, menilai, dan berdiri di sisi yang benar?

Penulis: Husni Solihin

#OpiniMHKNews #LawanKorupsi #JanganTertipuCitra #SuaraKebenaran #BangkitkanNurani #IndonesiaButuhIntegritas

Perspektif Husni Solihin
Share. Facebook Email WhatsApp
Previous ArticleHPN Bekasi Raya 2026 Dapat Dukungan Pemkot, Sinergi Pers–Pemerintah Kian Kuat
redaksi

    Related Posts

    Walimatussafar Haji di Bekasi Timur, Doa Iringi Calon Jemaah

    April 19, 2026

    Pendidikan Belum Jadi Prioritas? Opini Publik Soroti Arah Kebijakan dan Kualitas Kepemimpinan

    April 15, 2026

    FESTACOM 2026 Bekasi Satukan Komika dan Disabilitas lewat Tawa Inspiratif

    April 5, 2026
    © 2026 mhknews Designed by mhknews.
    • Beranda
    • Tulis Berita
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Kode Etik Jurnalistik

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.